Melihat sesuatu dari perspektif berbeda, terkadang menjadi solusi kebuntuan.

  • Sepak Pojok

    Melihat sesuatu dari perspektif berbeda, terkadang menjadi solusi kebuntuan.

Tampilkan postingan dengan label inspirasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label inspirasi. Tampilkan semua postingan

Jumat, 02 Juli 2010

Meraih Kesuksesan

Sering kali dalam kehidupan untuk mencapai kesuksesan kita sering mengatakan, sudah memberikan kemampuan 100%. Tetapi apakah 100% ini cukup?mungkin kita membutuhkan 101% untuk mencapai kesuksesan itu. Lalu bagaimana cara kita mencapai 101% tersebut?
Ada rumus matematika yang bisa menjelaskan sedikit bagaimana menjawab pertanyaan tersebut.

Jika :
A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z
Dipresentasikan sama dengan nilai :
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26

Maka yang kita lakukan :

H - A - R - D - W - O - R- K- S sama dengan :
8+1+18+4+23+15+18+11 = 98%

K - N - O - W - L - E - D - G - E sama dengan:
11+14+15+23+12+5+4+7+5=96%


dan A - T - T - I - T - U - D - E sama dengan :
1+20+20+9+20+21+4+5 = 100%


Tapi apakah itu yang paling tinggi dan sudah cukup?

Lihat ini, seberapa jauh kasih Tuhan akan membawa mu dalam kesuksesan :


L - O - V - E - O - F - G - O - D
12+15+22+5+15+6+7+15+4 = 101%


Kerja keras dan Pengetahuan membawa kita dalam kesuksesan dan tingkah laku mengantarkan kita ke dalam kesuksesan tersebut. Tetapi ini adalah kasih dari Tuhan yang menempatkan kita dalam kesuksesan. Jadi jangan lupakan Tuhan dalam keseharian kita dan jangan berhenti mengucap syukur kepada Tuhan karena Dia yang telah memberikan semuanya kepada kita semua dengan penuh cinta dan tanpa pilih kasih.
God bless you.
Share:

Minggu, 06 Juni 2010

Walaupun Kehilangan Sayap Bebek ini masih semangat menjalani hidup


Seekor Bebek jantan telah membuktikan bahwa dia kuat setelah mengambil risiko dengan kembali ke kolam favoritnya, hanya satu minggu setelah amputasi sayap.

Bebek ini menderita patah sayap yang parah setelah ditembak ketika berenang di kolam. Cedera yang dialaminya sangat parah sehingga dokter hewan tidak memiliki pilihan selain harus mengamputasi sayapnya setelah Bebek ini dijemput staf Downland

Open Air Museum di Singleton, West Sussex.. Si Bebek dibawa ke Kedokteran Bedah Hewan Grove Lodge di Worthing di mana sayapnya harus diamputasi.





Pejabat senior penyelamatan hewan, Billy Elliott, mengatakan bahwa operasi merupakan hal yang tidak biasa tetapi Bebek jantan ini tampaknya tidak akan menderita tanpa penggunaan sayap lainnya.

“Kami tidak dapat melakukan ini ke Bebek liar karena Bebek dengan satu sayap tidak akan bertahan di alam liar. Tetapi tampaknya Bebek ini sangat puas dengan mempunyai kualitas hidup yang baik, jadi kami telah memberikan Bebek ini kesempatan," kata Grove Lodge.




Bebek ini seperti mendapat rumah pribadi sendiri dan tampaknya Bebek ini baik-baik saja, Bebek ini sebenarnya sedikit seperti selebriti sekarang ini.

Bebek aja pantang menyerah dalam menjalani hidup . . .walau sudah kehilangan sesuatu yang sangat penting, yaitu sayapnya. . .tapi tetap bersemangat untuk menjalani hidup, apalagi kita yang masih diberi badan yang utuh dan sehat. . harus selalu bersyukur dan kita seharusnya sebagai manusia tidak boleh kalah . .

Semoga Bisa Menjadi Inspirasi Bagi Teman - teman Semua . . .

Share:

Kamis, 06 Mei 2010

AWARD DARI SAHABAT

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj-36PqAvbSNz-9Jsns1ezt2f17RRWQ2og19RgtlBiV_S06CbBQdKCY9X7bV1m_zmunQXmQ9gDpdkS4Xx0AKlfTejAFD-8Qnr6hvMWrrLlzYDvVElpUcgfHZRVzPDFtUfpsocT0FS5sLjk/s1600/awardku.jpg

hemm....Terima kasih neh, buat sahabat ku "Not Perfect's Blog" yang udah ngasih Award buat ku..
terima kasih untuk sharing dan kunjungannya...sering - sering berkunjung yaa...
salam Persahabatan, salam Blogger
ditunggu award lainnya, hewhewhew :P
Share:

Jumat, 30 April 2010

WHEN EYES TELL THE TRUTH


No body doubts, just like a language, movements of ourbody communicate a message(s). Like Amecican people who cross their forefinger and middle finger to keep truth away while speaking; or movements of their head, either shaking or even nodding to show approval or disagreement over conditions they are having. Such these movements of our body are well known as body language.
Similar to other parts of body, eyes, beyond their function to see, deliver any information over their stare. The information is sometimes transferred through movement of eye-sheaths, eyelashes, eye-brows and the movement of black-part of the eyeballs as well. Therefore, it seems easy to see any kind affection one is feeling in like angry, pleasant or others just from the eyes.
Amazingly, information or messages our eyes attempting to send often relate to particular underhanded things we are trying to keep. This tiny secret from hidden functions of our eyes now reveals after years since scientist have found correlations among parts of brain to our parts of body like hands, fingers, legs including our eyes. In this short article, you are to be alert on how one’s honesty can be retrieved from the eyes’ movements.
No parts of our body unless their movements are entirely controlled by the brain. Even, the reflective movements we are never being alert or occasionally late by their actions are signed by it.
Scientists discover that our brain consists of two parts. The two parts of the brain are called as left brain, referring to the left hemisphere of the brain, and the other, right brain, representing the right hemisphere of the brain. The separation of these two parts of the brain is due to different functions each hemisphere plays. Left hemisphere, according to Ostrander and Schroeder (1994) determines one to think logically, such as in reasoning, using language and doing math problem. Furthermore , Torrance (1980) notes that left-brain-dominance is knowledgeable, planned and structured, make objective judgment as well as prefers to establish certain information. Still with Ostrander and Schroeder (1994), right brain, on the other side, leads one to empower his imagery worlds, emotions, creativity and synthesizing thought as well. People with right-brain-dominance, Torrance (1980) adds, follow their intuition more rather than thought. They seem to be subjective in making judgment and prefer drawing and manipulating objects.
Regarding roles of the brain to our body’s movement, brain plays cross-controlling action. Cross-controlling action means that the left part of the brain is to monitor entire actions of the right parts of the body while the other one, the right part of the brain is assigned in controlling the movements of the other left parts. In other words, all movements done by the right parts of the body such as right hand, fight leg, or even right eye are completely authorized by the left part of the brain. On the other side, the actions of left parts of our body such as left hand, left leg either the left eye are totally under the right-part’s order.
Like being noted earlier, while sending information through their stare, our eyes often include particular information supposed to be a secret. In other terms, we can say that to know whether or not a person is not telling atruth could be known from the eyes. How do the eyes do such a nasty action? The answer is lying on the eye’s ,movement as small part of the body language.

While we are conversing and want to know if the one whom we are talking to is hiding a truth, just pay attention to the eye’s movement, specifically to the movement of the black part of the eyeballs. Carefully, catch direction of the eye’s movements of out partner, where are the eyes moving to at the moment we throw a question to him.

Remember that eyes’ movements are reflective that no one could control them by which we may say that no one will be able to manipulate moving direction of the eyes. When the black-part othe the eyeballs are moving to the left-top direction, it means that the one whom we are conversing to is using the left part of the brain referring to scientific, real, and memory. Here we could assume he is telling a truth. In a contrary, the eyes’ movement to the right-top direction means he is using the right part of the brain showing intuitive, feeling, imaginative and abstract. It can be assumed that he si telling a lie due to using right part of the brain (that is assigned to manipulating object or information).
Such this assumption also occurs on the misaligned-eye-person whose both left and right black-part of the eyeballs are likely placed inappropriately and do not move to the same direction. However, from the two misaligned eyes, there must be one considered to be normal. The normal one will be object of our attention while the process of identifying.
However, eyes’ movement regognizing whether or not a person is not revealing a truth could not always be put as a basis of reason. It si of factors identifying a moment if one is keeping a real fact away.
Share:

Bahasa Kita Di Pake Di 45 Negara

Walaupun yang paling efektif merubah citra adalah merubah realitas, namun peran budaya dan bahasa Indonesia dalam diplomasi sangat krusial. Tingginya minat orang asing belajar bahasa dan budaya Indonesia harus disambut positif. Kalau perlu Indonesia menambah Pusat Kebudayaan Indonesia di sejumlah negara, guna membangun saling pengertian dan perbaiki citra .

Direktur Jenderal Informasi dan Diplomasi Publik Departemen Luar Negeri Andri Hadi mengemukakan hal itu ketika tampil pada pleno Kongres IX Bahasa Indonesia, yang membahas Bahasa Indonesia sebagai Media Diplomasi dalam Membangun Citra Indonesia di Dunia Internasional, Rabu (29/10) di Jakarta.

“Saat ini ada 45 negara yang ada mengajarkan bahasa Indonesia, seperti Australia, Amerika, Kanada, Vietnam, dan banyak negara lainnya,” katanya. Mengambil contoh Australia, Andri Hadi menjelaskan, di Australia bahasa Indonesia menjadi bahasa populer keempat. Ada sekitar 500 sekolah mengajarkan bahasa Indonesia. Bahkan, anak-anak kelas 6 sekolah dasar ada yang bisa berbahasa Indonesia.

Untuk kepentingan diplomasi dan menambah pengetahuan orang asing tentang bahasa Indonesia, menurut Dirjen Informasi dan Diplomasi Deplu ini, modul-modul bahasa Indonesia di internet perlu diadakan, sehingga orang bisa mengakses di mana saja dan kapan saja.

Di samping itu, keberadaan Pusat Kebudayaan Indonesia di sejumlah negara sangat membantu dan penting. Negara-negara asing gencar membangun pusat kebudayaannya, seperti China yang dalam tempo 2 tahun membangun lebih 100 pusat kebudayaan. Sedangkan bagi Indonesia untuk menambah dan membangun Pusat Kebudayaan terkendala anggaran dan sumber daya manusia yang andal.

Dalam sesi pleno sebelumnya, Kepala Pusat Bahasa Departemen Pendidikan Nasional Dendy Sugono yang berbicara tentang Politik Kebahasaan di Indonesia untuk Membentuk Insan Indonesia yang Cerdas Kompetitif di atas Fondasi Peradaban Bangsa, mengatakan, tuntutan dunia kerja masa depan memerlukan insan yang cerdas, kreatif/inovatif, dan berdaya saing, baik lokal, nasional, maupun global.

Untuk memenuhi keperluan itu, sangat diperlukan keseimbangan penguasaan bahasa ibu (bahasa daerah), bahasa Indonesia, dan bahasa asing untuk mereka yang berdaya saing global, tandasnya.

Dendy Sugono melukiskan, kebutuhan insan Indonesia cerdas kompetitif itu, untuk lo kal meliputi kecerdasan spiritual, keterampilan, dan bahasa daerah . Untuk kebutuhan nasional meliputi kecerdasan emosional, kecakapan, dan bahasa Indonesia. Sedangkan untuk global dibutuhkan kecerdasan intelektual, keunggulan, dan bahasa asing.
(sumber : kompas)
Share:

Senin, 26 April 2010

Pembuat Times New Roman...



MENYEBUT Times New Roman, tentu banyak orang yang tahu. Jenis huruf ini digunakan sebagai standar huruf dalam dunia pengetikan. Keberadaannya dikenal luas oleh orang dari berbagai kalangan profesi. Namun, seberapa banyak di antara kita yang mengetahui sejarah penciptaan huruf jenis Times New Roman ini?

Huruf ini dirancang oleh seorang berkebangsaan Inggris bernama Stanley Morrison. Ia lahir pada tanggal 6 Mei 1889 di Wanstead, Inggris. Stanley tumbuh sebagai figur yang tidak memiliki pengetahuan tentang percetakan, namun di kemudian hari ia menempati banyak posisi penting di dunia tersebut. Pengetahuannya yang banyak dalam hal tipografi didapatkan sejak menjadi anggota percetakan The Pelican Press.



Kecintaannya pada Tuhan membuatnya banyak membaca buku-buku religius, bahkan karya tipografinya yang pertama juga ditujukan untuk gereja. Setelah keluar dari The Pelican Press, ia bekerja untuk Cloister Press di Manchester. Banyak desain-desain terbaiknya dihasilkan saat ia bekerja di perusahaan ini. Lagi-lagi, karyanya banyak mencerminkan latar belakang gereja katolik, hal ini terlihat pada ilustrasi dan berbagai macam dekorasi yang ia gunakan. Karena ia sangat membenci perang, gerakan antiperangnya membuat ia sempat dipenjara selama empat tahun (1914-1918).

Selama kurang lebih 30 tahun (1929-1960) Stanley Morrison menjadi konsultan huruf untuk koran The Times di London, Inggris. Sebagai konsultan huruf, pada tahun 1931 ia mengatakan pada Times, ”The Times merupakan koran yang telah memiliki pelanggannya sendiri, kita memerlukan sebuah huruf yang tidak sama dengan barang dagangan pada umumnya, huruf itu harus baik pada dasarnya, namun juga mencerminkan kekuatan dari garis, konsistensi, dan ekonomis bagi The Times”.

Karena kata-katanya itulah, 3 Oktober 1932 menjadi hari pemasaran jenis huruf “Times” ke khalayak ramai, karena pada hari itu untuk pertama kalinya koran The Times dicetak dengan menggunakan jenis huruf yang dinamai seperti koran itu sendiri. Stanley Morisson bukan satu-satunya orang yang berada di balik layar kesuksesan huruf tersebut. Ia juga dibantu temannya bernama Victor Lardent sebagai orang yang menggambar rancangan huruf ini.

Stanley Morrison
sumber : kaskus.us
Share:

BTemplates.com

Page View

Site info


Check Google Page Rank

free counters

Followers