Melihat sesuatu dari perspektif berbeda, terkadang menjadi solusi kebuntuan.

  • Sepak Pojok

    Melihat sesuatu dari perspektif berbeda, terkadang menjadi solusi kebuntuan.

Sabtu, 08 Mei 2010

Del Piero: «Saya Ingin Dua Laga Terakhir Dengan Kemenangan»

Del Piero: «Saya Ingin Dua Laga Terakhir Dengan Kemenangan»
Del Piero: «Saya Ingin Dua Laga Terakhir Berakhir Dengan Kemenangan»

Bulan ini akan menjadi bulan yang istimewa terutama bagi Alessandro Del Piero. Dua laga terakhir yang akan dimainkan adalah saat Juve bertemu Parma dan Milan, dua laga yang selalu dinanti Del Piero karena dirinya sering memberikan andil untuk kesuksesan Juventus di gawang kedua klub ini, terutama di bulan Mei.

Melawan Parma, yang akan dilaksanakan pada hari minggu di Olimpico Turin, Del Piero telah mencetak 9 gol selama karirnya ke gawang klub berjuluk Emilia tersebut. Saat melawan Milan di Meazza, berkat kerjasamanya memberikan umpan ke Trezeguet, Scudetto sukses diraihnya 5 tahun yang lalu.

Dua hari sebelum melawan Parma, kapten pun berkomentar melalui situs pribadinya: http://www.alessandrodelpiero.com. Tujuannya jelas, mulai dari kandang sendiri: "Saya berlatih dengan baik dan saya rasa saya siap menghadapi Parma di kandang sendiri, momen yang selalu dinanti tiap musim dan memberikan arti spesial serta memberikan rasa kepuasan tersendiri. Mengapa tidak jika kami menutup musim dengan sebaik-baiknya, karena kemenangan akan sangat fundamental bagi peringkat kami sehingga kami bisa lolos ke Liga Europa. Jadi saya rasa kemenangan akan menjadi kado terindah bagi fans kami. Kemenangan saat melawan Milan pun kami merasa terangsang untuk bisa memenangkan laga penuh prestisius tersebut, namun saya minta rekan-rekan fokus dulu untuk laga yang sudah didepan mata".

Hari minggu sore mendatang, Del Piero akan berusaha menjadi nomer "10" sejati. Saat ini golnya ke gawang Parma sudah 9 gol total bersarang selama dirinya menjadi penyerang Juventus. Jumlah yang akan memberikan tekanan bagi lawan sedari awal. Namun dirinya sudah tidak berusia 20 tahun lagi, saat dirinya mencetak trigol pertamanya saat Juve menang 4-0 atas Parma. Dirinya saat itu bekerja sama dengan baik bersama penyerang Juve lainnya Fabrizio Ravanelli.

Dua musim berikutnya laga Juventus-Parma juga memperlihatkan fakta menarik. Pemenang laga ditentukan melalui tendangan bebas dari Del Piero, yang sempat diselamatkan oleh kiper Bucci. Namun sang kiper membuat kesalahan ketika dia mundur kembali ke garis gawangnya sendiri sehingga terjadilah gol bunuh diri dan terdokumentasi melalui rekaman ulang televisi.

Tanggal 23 November 1997, Alex berperan serta dalam skor 2-2 dengan sebuah gol yang saat itu membuat skor menjadi sama kuat 1-1: Chiesa, Crespo dan Amoruso menjadi pencetak gol lainnya. Kemenangan 1-0 di tahun 1999/2000 menjadi yang tak terlupakan: Del Piero menghentak pertahanan lawan melalui sundulan yang mengejutkan Gigi Buffon yang saat itu menjadi kiper Parma. Sang kapten saat itu menghentikan mimpi buruknya: Dua hari sebelum turnamen berakhir, dia mencetak gol pertama (tidak dari bola mati atau penalti) di musim tersebut.

Musim 2001/2002, Alex ikut berperan dalam kemenangan 3-1 setelah saat itu Alex membuat keunggulan 2-1 melalui kaki kanannya. Pencetak gol lainnya adalah Tacchinardi, Lamouchi dan Trezeguet. Di musim berikutnya, Del Piero menjadi pencetak gol terakhir di menit-menit akhir di laga yang berakhir dengan skor 2-2. 3 menit sebelum peluit panjang, Juventus sempat ketinggalan 2-0.

14 Desember 2003 Juventus meraih kemenangan mudah: 4-0 yang dipersembahkan oleh dua gol Miccoli, sebuah gol dari Del Piero dan gol indah dari Nedved.

Kontribusi pengguna kostum no 10 ini sangat signifikan di musim berikutnya, ketika dirinya mencetak gol pembuka di menit 6. Ibrahimovic mencetak gol berikutnya sehingga skor menjadi 2-0 di pertengahan babak pertama. Itu merupakan gol terakhir Del Piero ke gawang parma. Di tahun 2006, di menit 90 dirinya sempat gagal menyarangkan sebuah penalti ke gawang Parma. Saat itu skor masih 1-1 berkat gol dari Dessena dan Ibrahimovic di babak pertama.

Share:

Kamis, 06 Mei 2010

AWARD DARI SAHABAT

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj-36PqAvbSNz-9Jsns1ezt2f17RRWQ2og19RgtlBiV_S06CbBQdKCY9X7bV1m_zmunQXmQ9gDpdkS4Xx0AKlfTejAFD-8Qnr6hvMWrrLlzYDvVElpUcgfHZRVzPDFtUfpsocT0FS5sLjk/s1600/awardku.jpg

hemm....Terima kasih neh, buat sahabat ku "Not Perfect's Blog" yang udah ngasih Award buat ku..
terima kasih untuk sharing dan kunjungannya...sering - sering berkunjung yaa...
salam Persahabatan, salam Blogger
ditunggu award lainnya, hewhewhew :P
Share:

Rabu, 05 Mei 2010

Data-Fakta Finalis Liga Champions

Bayern Munich:

Sebagai juara:
1973/1974 vs Atletico Madrid: 4-0 (replay setelah sebelumnya bermain imbang 1-1)
1974/1975 vs Leeds United: 2-0
1975/1976 vs Saint Etienne: 1-0
2000/2001 vs Valencia: 1-1 (Bayern menang adu penalti 5-4)

Sebagai runner-up:

1981/1982 vs Aston Villa: 0-1
1986/1987 vs FC Porto: 1-2
1998/1999 vs Manchester United: 1-2

Data-Fakta Inter di Final Liga Champions

Sebagai juara:

1963/1964 vs Real Madrid: 3-1
1964/1965 vs Benfica: 1-0

Sebagai runner-up:

1966/1967 vs Glasgow Celtic: 1-2
1971/1972 vs Ajax Amsterdam: 0-2


Head to Head kedua team...



sumber :detiksport
Share:

Senin, 03 Mei 2010

Sabtu, 01 Mei 2010

Tips duduk yang benar di depan komputer.


Duduk bisa mengurangi rasa penat, memang benar. Tetapi kalau dilakukan dalam jangka waktu lama dan posisi statis,
justru bisa menimbulkan gangguan pada leher, bahu, punggung, dan lengan. Alias RSI itu tadi.

Kenapa bisa begitu? Karena pada sikap kerja statis terjadi kontraksi otot yang kuat dan lama tanpa cukup kesempatan
pemulihan, dan aliran darah ke otot terhambat. Akibatnya, timbul rasa lelah dan nyeri pada otot tubuh. Yang paling
sering dialami adalah rasa sakit, pegal pada bagian belakang tubuh hingga leher, yang disebut juga varicose veins.
Oleh karena itu, perlu menerapkan duduk dinamis, yaitu sesering mungkin mengubah posisi pada saat duduk.

Perlu selalu rileks

Gejala RSI atau juga disebut Cumulative Trauma Disorder bisa terjadi gara-gara posisi tubuh kurang rileks. Ada tekanan
terhadap urat dan saraf tangan, pergelangan tangan, lengan dan pundak, serta leher. Kurang selingan istirahat ketika
mengetik misalnya, apalagi terlalu terforsir dijamin menimbulkan risiko kesehatan(Sekolah Kesehatan).

Upaya pencegahannya, pertama-tama posisi tubuh saat duduk dan teknik mengetik (Kursus Mengetik) mesti benar.
Begitu pula penataan (posisi) sarana kerja harus benar. Tak ada salahnya memang memilih sarana bekerja yang enak
dipakai (ergonomis). Namun, tetap saja kebiasaan bekerja secara baik dan benar lebih penting sebagai pencegahan
ketimbang harus menyediakan perlengkapan yang ergonomis. Baik sarana duduk (kursi), keyboard, atau penyangga pergelangan tangan.

Untuk posisi monitor, disarankan lebih rendah dan agak jauh dari posisi mata. Kursi dan keyboard diatur sedemikian rupa
hingga posisi paha dan lengan sejajar (boleh sedikit menggantung), pergelangan tangan lurus dan sejajar
(tidak menekuk ke bawah atau terlalu jauh ke belakang). Bila memungkinkan, posisi keyboard 2,5 - 5 cm di atas paha.
Jika posisi meja terlalu tinggi, sebaiknya keyboard ditaruh di atas pangkuan.

Bagaimana tentang pengaruh monitor pada mata?

Pengaruh monitor (video display unit/VDU) terhadap kesehatan mata, masih menjadi perdebatan. Pemakai VDU pada
umumnya mengeluhkan tekanan pada mata, nyeri otot leher, sakit pundak dan pinggang. Tapi berdasarkan penelitian
(Beasiswa Penelitian)di Inggris, tidak ada kerusakan permanen pada mata gara-gara VDU, kecuali nyeri sementara
pada mata. Keluhan itu pun masih ditentukan oleh tipe pekerjaannya, monoton atau bervariasi, nonstop atau diselingi
istirahat. Keluhan pun akan berkurang bila posisi duduk dan pencahayaan diperhatikan. Jumlah radiasi gelombang yang
diterima pengguna VDU selama 8 jam/hari sebenarnya hanya 0,5% dari jumlah radiasi yang diterima dari sumber lain.
Kalau masih merasa belum aman tak ada salahnya memasang kaca penahan radiasi sebagai perisai tambahan.

Selain harus duduk pada posisi tegak, jangan pula meregang ke depan untuk mencapai keyboard atau membaca tulisan
di layar monitor. Keadaan demikian justru akan menciptakan masalah. Begitu pun posisi tubuh "sempurna" dapat bermasalah
bila dilakukan secara kaku dan terus menerus dalam jangka panjang. Karenanya disarankan untuk rileks, juga sering-seringlah
bergerak dan mengubah posisi (duduk dinamis). Ini bukan cuma berlaku untuk tangan dan lengan, tapi juga pundak, punggung, dan leher.

Begitu pula saat mengetik, pergelangan tangan hendaknya tidak ditekuk ke atas, ke bawah, atau ke samping. Sedikit memutar-mutar tangan bisa sebagai gantinya istirahat pergelangan tangan. Begitu ada kesempatan berhenti mengetik sejenak, istirahatkan tangan di atas pangkuan atau di sisi samping anda ketimbang ditumpangkan di atas keyboard.

Begitu pun ukuran font (huruf) sebaiknya tidak terlalu kecil supaya mudah terbaca. Sehingga tak perlu membungkukkan
badan ke depan monitor setiap kali membaca teks. Juga melunakkan tekanan pada saraf dan pembuluh darah di leher dan
pundak. Selain ukuran teks dokumen jelas, juga pergunakan warna yang teduh (abu-abu) dan mudah terbaca oleh mata.
Lagi-lagi perbanyak istirahat dan rileks.

Pertimbangkan posisi lampu dan AC

Sesuai dengan namanya, fungsi lampu adalah untuk menerangi ruangan. Selain juga memberikan nuansa dekoratif.
Untuk fungsi dekoratif, lantas perlu memilih lampu yang selaras dengan desain interior (Sekolah Desain Interior).
Namun sebagai sarana penerang, lampu tentu saja harus terang.

Apa pun bentuknya, pilihlah lampu yang cahayanya cukup terang untuk menerangi huruf-huruf tulisan. Selain itu juga tidak
bikin mata silau dan pedih. Untuk ruang kerja, lazimnya digunakan lampu neon. Selain cahayanya terang, juga bisa mengirit
anggaran. Tapi, omong-omong tentang cahaya, pernah ada laporan (tahun 1996), makin terang cahaya lampu ruangan,
makin sering karyawan mengeluh lesu, lelah, dan sakit kepala.

Untuk mengurangi ketajaman sinar yang memedihkan mata, perlu lampu tambahan. Manfaat lainnya, cahaya lampu utama bisa
tersebar. Sementara penempatkan lampu tak langsung yang tidak terlalu terang akan mengurangi ketegangan mata.

Selain kriteria terang, tata letak lampu mesti diperhatikan. Lampu penerang sebuah gedung perkantoran biasanya sudah terpasang
permanen. Kalau demikian adanya, yang mesti dilakukan ya mengatur posisi meja kerja.

Posisi meja kerja mestinya tidak berada persis di bawah titik lampu. Kenapa? Karena sinar lampu dari atas langit-langit tepat
di atas meja kerja menimbulkan bayangan pada halaman buku, koran atau majalah yang tengah dibaca. Jadi posisi lampu demikian
tidak tepat untuk membaca. Posisi lampu hendaknya di belakang agak ke samping, untuk menghindari timbul bayangan pada
halaman buku yang dibaca.

Lalu, bagaimana dengan posisi AC?

Tata letak AC dalam ruang kantor umumnya sudah menetap. Kalau penghuni kantor ingin memilih posisi meja kerja yang tak
langsung ter-sentor angin AC, ya mesti mengatur diri. Apalagi bagi yang tak tahan AC, salah-salah justru bisa bikin badan meriang.

Desain interior dan tata ruang boleh menjadi urusan perancang interior. Tapi soal tata letak meja kerja ya mesti menjadi urusan
diri sendiri, bagaimana baiknya supaya tetap sehat dan produktif!

Sumber : Kompas

Share:

BTemplates.com

Page View

Site info


Check Google Page Rank

free counters

Followers