Sang Juara Bertahan Kandas

19.57

"Mengecekan", kata yang sangat pantas ditujukan kepada skuad Italia pada Piala Dunia kali ini. Bermain kurang impresif di awal turnamen, menimbulkan keraguan atas penampilan juara bertahan ini. Pada awal turnamen Italia bermain imbang melawan Paraguay. Italia pun bermain sangat berbeda dengan 4 tahun lalu saat menjuarai turnamen ini. Italia seperti kehilangan sentuhannya. Tertinggal dahulu dari Paraguay, yang kemudian disamakan oleh gol De Rossi.
Hasil di pertandingan pertama masih bisa di maklumi, seperti biasa terlambat panas, yang mungkin di pertandingan berikutnya bisa memetik hasil yang lebih baik.
Pada laga kedua melawan Selandia Baru, kembali Italia bermain kurang menawan. Bahkan harus tertinggal 1-0 terlebih dahulu. Akhirnya bisa terselamatkan berkat gol pinalti Iaquinta.
Dengan poin 2 yang dikumpulkan Italia di dua pertandingan, menjadikan Italia dalam tekanan yang paling tidak di pertandingan terakhir melawan Slovakia harus diraih hasil imbang atau kemenagnan bila ingin lolos ke babak 16 besar.
Sayangnya dipertandingan terakhir yang penting, Italia masih berlaga tanpa Gianluigi Buffon. Karena masih mengalami cedera.
Ke dua tim bertanding dengan hati - hati. Justru Slovakia yang bermain lebih baik dan berhasil mencuri gol. Susul menyusul skor terjadi dibabak kedua bahkan di akhir - akhir pertandingan.
Asa Italia sempat bangkit ketika Di Natale mencetak gol. Tapi kembali disamakan oleh Slovakia. Bahkan berhasil mencetak gol kembali karena kelalaian lini belakang Italia.
Dan Quagliarella kembali memicu semangat Italia lewat gol nya.
Akan tetapi Italia tidak cukup waktu untuk menyamakan kedudukan apalagi membalikan kedudukan. Kekalahan ini menenggelamkan Italia di dasar klasemen dengan hanya mengumpulkan poin 2. Benar - benar Piala dunia yang kelam untuk Italia dan untuk para pendukung Italia.

You Might Also Like

0 komentar

Terima Kasih atas Kunjungan dan Komennya

Page View

Site info


Check Google Page Rank

free counters