40% Perusahaan Memakai Jaringan Media Sosial

22.15

Berdasarkan survei, cuma 12 persen perusahaan yang memiliki blog sebagai bagian komunikasi.
Menurut sumber studi milik perusahaan hubungan masyarakat dan komunikasi Burson-Marsteller, kurang dari setengah perusahaan di Asia yang terdaftar di Wall Street Journal’s Asia 200 Index memiliki jaringan media sosial (social media).

Dari total perusahaan korporat yang memiliki jaringan sosial media, lebih dari 55% memiliki profil yang tidak aktif. Dan, hanya 18 persen menunjukkan perusahaan yang menghubungkan profil sosial medianya ke situs korporat mereka.

Sebaliknya, pada studi Burson-Marsteller's Fortune Global 100 Social Media Check-Up yang dilakukan Februari lalu, menunjukkan bahwa 79% dari perusahaan-perusahaan global menggunakan situs sosial media mereka sebagai bagian dari komunikasi perusahaan mereka.

Menurut Bob Pickard, presiden dan CEO Burson-Marsteller Asia - Pasifik Perusahaan-perusahaan di Asia perlu mengambil langkah tegas untuk mengantisipasi booming-nya media sosial di wilayah Asia.

Penggunaan media sosial di Asia oleh perusahaan cenderung terfokus untuk mendorong informasi ketimbang melibatkan para pemangku kepentingan. Berdasarkan survei, hanya 12 persen dari perusahaan yang memiliki blog perusahaan.

Menurut Daisy Primayanti, Market Leader Burson-Marsteller Indonesia, temuan ini merefleksikan keadaan perusahaan pada umumnya di Indonesia, di mana kebanyakan perusahaan besar belum memanfaatkan saluran sosial media sebagai sarana komunikasi untuk menjangkau para pemangku kepentingannya.

Ada beberapa contoh penggunaan media sosial. Misalnya, Facebook yang digunakan sebagai alat komunikasi oleh perusahaan farmasi di Indonesia Kalbe Farma. Sayangnya, saat ini perusahaan-perusahaan di Indonesia masih mengandalkan media cetak sebagai sarana untuk menyampaikan pesan mereka.

Tetapi, saya yakin tren ini akan berubah seiring dengan waktu. Pertumbuhan ekonomi dalam lima tahun terakhir dan arahan globalisasi perusahaan besar di Indonesia, khususnya dengan mewabahnya Twitter di Indonesia, menunjukkan perusahaan-perusahaan mulai mempertimbangkan penggunaan media sosial untuk membangun hubungan dengan para pemangku kepentingan.

Untuk mengambil kesempatan penuh dari tren ini, dia mengatakan, perusahaan-perusahaan besar di Asia sebaiknya memakai media sosial sebagai bagian penting dari pemasaran dan komunikasi perusahaan, baik di dalam negri maupun luar negri.

sumber : VIVAnews

You Might Also Like

1 komentar

  1. Oh gitu ya.. mungkin dengan sosial media akan lebih komunikatif ya...

    BalasHapus

Terima Kasih atas Kunjungan dan Komennya

Page View

Site info


Check Google Page Rank

free counters